Presiden Korsel Tunjuk Kritikus Vokal Korut Sebagai Menteri Unifikasi

- Pewarta

Kamis, 29 Juni 2023 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Kamis (29/6) menunjuk seorang akademisi konservatif yang sering mengkritik Korea Utara untuk memimpin Kementerian Unifikasi.

Kim Yung-ho, seorang dosen ilmu politik di Sungshin Women’s University, merupakan kritikus vokal pelanggaran HAM Korea Utara dan berpendapat bahwa masalah tersebut harus diangkat “secara langsung di hadapan pemimpin Kim Jong Un”. Kini, ia memimpin kementerian yang menangani hubungan dengan Korea Utara.

Dalam pengumuman penunjukannya, kantor kepresidenan menggambarkan Kim sebagai “orang yang tepat untuk mempromosikan kebijakan Korea Selatan yang berprinsip dan strategi penyatuan yang konsisten”.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kim, 63, kerap berbagi pandangannya tentang politik global dan Korea Utara di saluran YouTube-nya yang memiliki lebih dari 240.000 pelanggan. Saluran itu sendiri dinyatakan ditutup pada hari Kamis karena alasan pribadi.

Ia sebelumnya menjabat sebagai staf khusus Presiden Yoon untuk urusan unifikasi. Ia juga pernah menjabat sebagai utusan HAM di bawah pemerintahan konservatif Lee Myung-bak dan Park Geun-hye.

Kedua Korea mengadakan tiga pertemuan puncak di bawah pendahulu Yoon, Moon Jae-in, tetapi Pyongyang sebagian besar memutuskan kontak setelah gagalnya pertemuan puncak pada 2019 antara Kim Jong Un dan presiden AS saat itu Donald Trump.

Yoon yang konservatif dan mulai menjabat tahun lalu, telah menjanjikan pendekatan lebih keras terhadap Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Calon menteri masih harus melalui sidang dengar keterangan di parlemen, meskipun persetujuan formal tidak diperlukan. [ab/uh]

 

 

 
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru