Proyek Kereta Cepat Indonesia China yang Sejak Awal Dinilai Kontroversial, Kini Makan Korban

- Pewarta

Rabu, 21 Desember 2022 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Akhirnya sinyal kegagalan proyek Kereta Cepat China mulai terasa.

Kereta kerja yang terdiri dari Lokomotif Teknis dan Mesin Pemasangan Rel (ballasted) naas mengalami kecelakaan di Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Sebelumnya ada kejadian pipa Pertamina meledak dan tiang penyangga yang roboh.

Kemenkeu Dikritik Tak Punya Empati, Pembagian Dana Bagi Hasil Produksi Minyak Harus Adil

Terkait Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Harus Antisipatif dan Kasih Solusi Bukan Cuma Prediksi

Kereta anjlok itu menyebabkan 6 korban dengan pembagian merata 2 tewas, 2 luka berat dan 2 luka ringan.

Demikian keterangan pihak Kemenhub. Kereta melaju dengan cepat hingga melewati ujung rel yang belum terpasang.

Menurut pihak Kepolisian yang meninggal adalah Chang Shin Shang (40) dan Chang Shin Yung (36) sedang korban luka Wang Jiji, Jie Then Chang dan Chao Qianyo. Satu belum teridentifikasi.

Efektif untuk Content Placement, Berikut 10 Media Online yang Sudah Punya Kanal Google News

Liliana Kartika SH Laporkan PT Panin Dai- Ichi Life, PT Equity, dan PT Bank Keb Hana ke Polda Metro Jaya

Masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Proyek pembangunan dihentikan sementara.

Proyek Kereta Cepat Indonesia China ini sejak awal dinilai kontroversial.

Mulai dari “penyingkiran” investor Jepang, pembengkakan biaya, hingga penggunaan dana APBN. Banyak warga yang mempertanyakan urgensi Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Penerima Program Peremajaan Sawit Rakyat akan Mengeksklusi Sebagian Petani Sawit

Termasuk Lingkarin.com, Inilah 25 Plus Portal Berita yang Berikan Jasa Content Placement Murah

Luhut Panjaitan sudah berkoar akan “membunuh” dulu Kereta Argo Parahyangan untuk menjawab rasa khawatir Kereta Cepat ini kelak sepi penumpang.

Kereta Cepat Jokowi Bohong (KCJB). Katanya tidak akan menggunakan dana negara karena prinsip kerjasamanya B2B atau Business to Business.

Akan tetapi karena terjadi  “cost overrun” kurang lebih 21,7 trilyun maka China menekan Indonesia untuk menambah biaya.

Pemerintahan Jokowi Bawa Nilai Tukar Mata Uang Indonesia Semakin Tidak Berharga

Tindak Lanjuti Diskusi dengan Xi Jinping, Presiden AS Joe Biden Minta Menlunya ke China

Jokowi memberi sinyal akan menggunakan dana APBN.

Sudah tercium aroma proyek ini gagal bahkan bisa terjebak pada perbuatan korupsi jika dana APBN tersebut benar-benar direalisasikan.

Menjadi bagian dari efek domino proyek gagal lainnya seperti Bandara Kertajati, Bandara Yogyakarta, proyek PSN Bendungan Bener, Jragung, Dihaji, dan Budong.

Indonesia Siap Hadapi Resesi Ekonomi Dunia, Ini Alasan Wamendag Jerry Sambuaga

Daya Beli Masyarakat Makin Anjlok, Pemerintah Harus Mampu Kendalikan Inflasi

Tol Laut, pelabuhan Patimban, Tol rugi Cibitung-Manado dan Tol Cisumdawu yang mangkrak.

IKN di Kaltim juga tidak memiliki kepastian karena investor Jepang kabur dan investor baru belum ada yang serius. Urusan lahan yang tidak tuntas dalam pembebasan.

Sibuk obral HGB 160 tahun, bebas pajak 3 tahun, dan diskon hingga 35O % adalah tanda bahwa Jokowi panik akibat proyek pemindahan Ibukota Negara ini terancam gagal. Rakyat memang tidak mendukung.

Anjlok Kereta Cepat Indonesia China menjadi pertanda anjloknya kekuasaan Jokowi. Ia ingin menyambung rel jabatan, tetapi kereta melaju terus dengan cepat tanpa peduli kondisi.

Tidak mampu mengerem lagi dan Kereta keluar rel lalu  menabrak. Korban pun berjatuhan.

Jika rezim Jokowi tidak bisa mengerem ambisi kekuasaannya, maka kelak lokomotif akan menabrak sana sini. Lalu anjlok keluar rel dan menabrak Konstitusi.

Korban dari prinsip melaju tanpa rasa salah dan malu sudah dan akan terus berjatuhan.

Radikalisme dan terorisme negara telah merenggut nyawa warga negaranya sendiri, bukan warga negara China.

Chang Shin Shang dan Chang Shin Yung telah tewas. Kita tentu prihatin.

Tetapi kita akan lebih prihatin lagi jika Kereta China akan menabrak dan menewaskan Kereta Pribumi Argo Parahyangan.

Demi sekedar memenuhi ambisi Jokowi dan Luhut Binsar Panjaitan.

Oleh: M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.***

Berita Terkait

Subsidi Harusnya Ringankan Beban Rakyat, Puan Maharani Tanggapi Kenaikan Harga Minyak Goreng Subsidi
Mentan – Wamentan Kompak Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Soal Isu Pembatalan Merger PT Bank MNC International Tbk dengan PT Bank Nationalnobu Tbk, Ini Tanggapan OJK
Mendag Ungkap Alasan Kenakan Bea Masuk Komoditas Impor dari Berbagai Negara, Termasuk Tiongkok
NS. Aji Martono: DPW PROPAMI Jambi Raya Akan Perkuat Literasi dan Edukasi Pasar Modal
Ketua Propami: Fondasi Ekonomi Kuat Bisa Mendorong IHSG Terus Positif Meski Optimisme Pasar Masih Terkendali
LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global
Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 11:10 WIB

Subsidi Harusnya Ringankan Beban Rakyat, Puan Maharani Tanggapi Kenaikan Harga Minyak Goreng Subsidi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:43 WIB

Mentan – Wamentan Kompak Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:37 WIB

Soal Isu Pembatalan Merger PT Bank MNC International Tbk dengan PT Bank Nationalnobu Tbk, Ini Tanggapan OJK

Minggu, 7 Juli 2024 - 11:00 WIB

Mendag Ungkap Alasan Kenakan Bea Masuk Komoditas Impor dari Berbagai Negara, Termasuk Tiongkok

Sabtu, 6 Juli 2024 - 22:15 WIB

NS. Aji Martono: DPW PROPAMI Jambi Raya Akan Perkuat Literasi dan Edukasi Pasar Modal

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:12 WIB

Ketua Propami: Fondasi Ekonomi Kuat Bisa Mendorong IHSG Terus Positif Meski Optimisme Pasar Masih Terkendali

Senin, 10 Juni 2024 - 00:10 WIB

LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:15 WIB

Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan

Berita Terbaru