Risiko Stabilitas Keuangan Meningkat, IMF Imbau Negara-negara agar Waspada

- Pewarta

Minggu, 26 Maret 2023 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) Kristalina Georgieva mengatakan pada Minggu (26/3) bahwa risiko terhadap stabilitas keuangan telah meningkat. Lembaga tersebut menyerukan negara-negara untuk meningkatkan kewaspadaan meskipun tindakan negara-negara maju berhasil menahan gejolak pasar.

Direktur pelaksana IMF menegaskan kembali pandangannya bahwa 2023 akan menjadi tahun yang penuh tantangan. Pertumbuhan global pada tahun ini diperkirakan melambat hingga di bawah 3 persen sebagai dampak sisa-sisa pandemi, perang di Ukraina, dan pengetatan moneter.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva pada konferensi pers di Berlin, Jerman, 29 November 2022. (Foto: REUTERS/Michele Tantussi)

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva pada konferensi pers di Berlin, Jerman, 29 November 2022. (Foto: REUTERS/Michele Tantussi)

IMF memperkirakan prospek ekonomi pada 2024 akan lebih baik dari tahun ini. Namun, pertumbuhan global akan tetap jauh di bawah rata-rata historisnya sebesar 3,8 persen dan prospek secara keseluruhan tetap lemah, katanya di Forum Pembangunan China.

IMF memperkirakan pertumbuhan dunia hanya mencapai 2,9 persen pada tahun ini. Lembaga itu dijadwalkan akan merilis perkiraan ekonomi baru bulan depan.

Georgieva mengatakan para pembuat kebijakan di negara-negara maju membuat langkah tegas terkait risiko stabilitas keuangan setelah sejumlah bank besar bangkrut. Namun, katanya, kewaspadaan tetap diperlukan.

“Jadi, kami terus memantau perkembangan dengan cermat dan menilai potensi implikasi terhadap prospek ekonomi global dan stabilitas keuangan global,” ujar Georgieva. Ia menambahkanIMF memperhatikan negara-negara yang paling rentan, terutama negara-negara berpenghasilan rendah dengan tingkat utang yang tinggi.

Dia juga memperingatkan bahwa fragmentasi geo-ekonomi dapat memecah dunia menjadi blok-blok ekonomi yang bersaing. Kondisi iniakan mengakibatkan “perpecahan berbahaya yang akan membuat setiap orang menjadi lebih miskin dan kurang aman.”

Georgieva mengatakan pemulihan ekonomi China yang kuat, dengan proyeksi pertumbuhan PDB sebesar 5,2 persen pada 2023. China diperkirakan akan menyumbang sekitar sepertiga dari pertumbuhan global pada tahun ini.

IMF memperkirakan bahwa setiap peningkatan 1 poin persentase dalam pertumbuhan PDB di China menghasilkan kenaikan 0,3 poin persentase dalam pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia lainnya, katanya. [ah/ft]

[ad_2]

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru