Rusia Diduga Tembaki Pengungsi dalam Proses Evakuasi Korban Banjir di Kherson

- Pewarta

Senin, 12 Juni 2023 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Sedikitnya tiga orang tewas dan 23 lainnya mengalami luka-luka ketika pasukan Rusia menembaki warga lansia saat mereka dievakuasi dengan perahu kecil dari daerah banjir di Kherson, kata seorang pejabat regional Ukraina, Minggu (11/6).

Ukraina menuduh bahwa pasukan Rusia berusaha menggagalkan operasi penyelamatan.

“Hari ini, teroris melepaskan tembakan ke tiga perahu yang digunakan untuk menyelamatkan orang-orang dari tepi timur sungai yang banjir,” kata gubernur wilayah Kherson yang ditunjuk Ukraina, Oleksander Prokudin, di televisi Ukraina.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidato video malamnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecam serangan Rusia di jalur evakuasi bagi warga sipil yang melarikan diri dari daerah banjir.

“Itu adalah evakuasi dari Kardashynka, sebuah desa di tepi kiri wilayah Kherson. … Para penjajah menciptakan bencana ini dengan meledakkan sebuah bendungan, meninggalkan orang-orang di kota dan desa yang dilanda banjir, dan kemudian menembaki perahu yang mencoba membawa mereka pergi,” katanya.

Pasukan Rusia mengumumkan karantina di kota Hola Prystan yang diduduki Rusia di wilayah Kherson, memblokir bantuan kemanusiaan apa pun kepada orang-orang di sana. “Kota ini diblokir. Rusia menutup semua pintu masuk dan keluar,” kata kepala administrasi militer kota itu, Svitlana Linnyk. “Saya belum tahu apakah pengiriman air minum dan makanan akan diatur.”

Sebelumnya pada hari yang sama, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar menuduh bahwa bendungan Kakhovka diledakkan oleh pasukan Rusia untuk mencegah serangan Ukraina di wilayah selatan Kherson.

“Dengan menghancurkan pembangkit listrik tenaga air Kakhovka, pemimpin Rusia mencoba mengalihkan sebagian kekuatan dan sumber daya Angkatan Pertahanan Ukraina untuk mencegah bencana buatan manusia, sehingga tidak mungkin membebaskan wilayah-wilayah yang diduduki Rusia di tepi kiri sungai di Kherson,” katanya di Telegram.

Maliar menambahkan bahwa langkah Rusia itu juga dimaksudkan untuk memfasilitasi pengerahan tentara cadangan Rusia ke daerah Zaporizhzhia dan Bakhmut, sambil mencegah pasukan Ukraina mengirim tentara cadangan untuk penugasan ke wilayah Kherson.

Hancurnya bendungan itu menyebabkan banjir besar yang menggenangi kota dan desa. Warga masih terjebak di daerah banjir sementara rumah-rumah tersapu air yang deras.

Ukraina dan Rusia saling tuduh atas penghancuran bendungan yang telah berada di bawah pendudukan Rusia sejak minggu-minggu awal invasi Rusia pada Februari tahun lalu itu.

Dalam sebuah cuitan di Twitter pada hari Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa negaranya “akan melakukan segalanya untuk menjamin kehidupan masyarakat, bahkan setelah bencana ini.” Selagi menuduh Rusia melakukan kehancuran itu, dia mengatakan, “setiap teroris hanya mengandalkan beberapa bentuk hasil untuk dirinya sendiri: penderitaan orang lain, intimidasi terhadap orang lain, dan meninggalkan kehancuran. Persis seperti inilah tindakan Rusia dalam kasus ini.”

Sedikitnya 700.000 orang membutuhkan air minum setelah hancurnya bendungan Kakhovka di Ukraina, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB Martin Griffiths. [lt/jm/rs]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru