Rusia Katakan Gagalkan Serangan Ukraina di Donetsk

- Pewarta

Senin, 5 Juni 2023 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Rusia pada Senin (5/6) mengatakan pasukannya memukul mundur serangan skala besar Ukraina di wilayah Donetsk di Ukraina Selatan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan tujuan pihak Ukraina adalah berupaya menerobos apa yang mereka anggap sebagai daerah terlemah di garis depan, tetapi upaya ini “tidak berhasil.”

Serangan Ukraina, kata Konashenkov, melibatkan enam batalion mekanis dan dua batalion tank.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Donetsk adalah salah satu daerah yang diduduki Rusia yang diklaim Presiden Vladimir Putin telah dianeksasi tahun lalu dalam langkah yang ditolak masyarakat internasional.

Belum jelas apakah serangan Ukraina yang dilaporkan itu merupakan bagian dari serangan balasan yang telah lama direncanakan Ukraina dalam upaya menguasai kembali daerah-daerah yang direbut pasukan Rusia setelah invasi skala penuh mereka awal tahun lalu.

Militer Ukraina mengatakan dalam laporan hariannya bahwa ada 29 pertempuran di wilayah Donetsk dan Luhanks.

Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggunakan pidato hariannya Minggu malam untuk mengenang anak-anak yang telah tewas “akibat agresi Rusia” sejak 2014, termasuk bocah perempuan berusia 2 tahun di wilayah Dnipro pada Sabtu malam.

“Hari ini di negara kita adalah hari mengenang anak-anak yang tewas akibat agresi Rusia sejak 2014. Anak-anak yang seharusnya hidup jika sekelompok preman di Kremlin, di Moskow, tidak menganggap diri mereka sebagai pemimpin yang katanya memiliki hak untuk memutuskan nasib bangsa-bangsa,” kata Zelenskyy.

Zelenskyy mengatakan 485 anak-anak kehilangan nyawa mereka akibat serangan Rusia.

“Ini adalah jumlah yang dapat kami kukuhkan secara resmi, tahu data masing-masing anak. Angka sesungguhnya jauh lebih tinggi,” katanya.

Ia juga mengatakan tentang 19.505 anak-anak Ukraina yang telah dideportasi ke Rusia dan masih “berada di tangan musuh.”

PBB mengatakan sekitar 1.000 anak-anak Ukraina lainnya telah terluka. [uh/ab]

 
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru