Saham Asia Beragam, Investor Tunggu Pemungutan Suara Plafon Utang AS

- Pewarta

Rabu, 31 Mei 2023 - 00:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga saham di Asia tidak menentu pada perdagangan Selasa (30/5) menyusul hari libur di AS, sementara optimisme seputar terobosan dalam isu plafon utang AS diredam oleh keragu-raguan akan ekonomi di kawasan.

Nikkei kehilangan 0,4 persen dan jatuh ke 31 ribu 119, S&P dan ASX Australia berubah sedikit, naik kurang dari 0,1 persen ke 7218. Kospi Korea Selatan naik 0,9 persen menjadi 2581 sementara Hang Seng Hong Kong turun 0,5 persen menjadi 18458, dan Komposit Shanghai kehilangan 0,6 persen menjadi 3202.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis mengatakan para investor tetap prihatin akan kemungkinan “gelombang kedua” kasus COVID-19 di China, meskipun dampak ekonominya lebih kecil dibandingkan gelombang pandemi sebelumnya.

Pemulihan China dari gangguan terkait virus sebelumnya dalam beberapa tahun ini tampaknya mulai kendur, sehingga menambah kekhawatiran akan kondisi ekonomi kawasan.

“Pendapat bahwa pemulihan ekonomi China mengecewakan merupakan kritik yang terlalu lunak, khususnya dari apa yang tercermin dari saham lokal yang kini berada di tepi jurang pasar yang lesu,” demikian komentar Stephen Innes dari SPI Asset Management.

Saham dunia kebanyakan berakhir lebih tinggi pada Senin setelah Presiden Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan tentang pengurangan belanja dan menaikkan plafon utang AS.

Kini Biden dan McCarthy sedang berjuang untuk mengumpulkan cukup suara guna meloloskannya di kongres dan menghindari situasi kegagalan bayar utang. Masih ada keprihatinan lainnya yang mengancam perekonomian AS.

Inflasi yang diamati secara cermat oleh Federal Reserve meningkat lebih banyak dari harapan para ekonom pada April. Tekanan inflasi merumitkan perjuangan Fed melawan harga yang tinggi.

Bank Sentral secara agresif menaikkan suku bunga sejak 2022, tetapi baru-baru ini memberi petunjuk tidak akan melakukannya ketika bertemu pada pertengahan Juni mendatang.

Pasar akan mencermati data kepercayaan konsumen AS yang akan diterbitkan hari ini. Dalam perdagangan energi, benchmark (tolok ukur) minyak mentah AS naik 20 sen menjadi $72.87 per barel. Brent crude yang merupakan standar internasional naik 5 sen menjadi $77.12 per barel. [jm/ka]

[ad_2]

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru