Sampah Mulai Dibersihkan di Paris Setelah Protes Menentang Reformasi Pensiun

- Pewarta

Rabu, 29 Maret 2023 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Para pekerja sanitasi di Paris kembali bekerja, Rabu (29/3), membersihkan sampah yang menumpuk setelah aksi protes selama berpekan-pekan menentang RUU reformasi pensiun kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tampaknya mulai mereda.

Gundukan sampah hingga 10.000 ton di sepanjang jalan ibu kota Prancis — dilaporkan sama dengan berat Menara Eiffel — telah menjadi simbol visual penentangan yang mencolok terhadap RUU Macron yang menaikkan usia pensiun dari 62 menjadi 64 tahun.

Kru pembersihan terlihat mulai mengambil sampah dari jalan-jalan menyusul protes baru antireformasi pensiun sehari sebelumnya. CGT, serikat pekerja yang mewakili pekerja sanitasi, mengatakan pemogokan selama tiga minggu berakhir pada hari Rabu. Mereka akan bergabung dengan sejumlah orang yang secara hukum diharuskan sebelumnya untuk membantu upaya pembersihan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagus kalau sampahnya dibersihkan. Sangat tidak sehat, dan beberapa warga sudah mengeluhkan masalah tikus. Bisa bahaya kalau dibiarkan terlalu lama,” kata Gil Franco, seorang seniman berusia 73 tahun.

Berkurangnya jumlah pengunjuk rasa dipandang oleh sebagian orang sebagai awal dari berakhirnya demonstrasi menentang RUU Pensiun.

“Orang-orang mulai jenuh. Terlalu banyak kekerasan yang terjadi. Paris berantakan, dan saya ingin menjalani kehidupan normal,” kata warga Paris, Amandine Betout, 32, yang membeli croissant pagi itu di distrik Le Marais. Ia mengatakan pembersihan sampah dari jalanan merupakan tindakan yang baik.

Protes yang terjadi pada Selasa di Paris dan kota-kota lain merupakan aksi nasional ke-10.  Jumlah pesertanya secara signifikan lebih sedikit dibandingkan dengan aksi-aksi nasional sebelumnya. Di ibu kota Prancis, aksi itu diwarnai puluhan penangkapan dan kekerasan.  

Kementerian Dalam Negeri menyebutkan jumlah pengunjuk rasa secara nasional mencapai 740.000, turun dari 1 juta lebih pada lima hari lalu ketika para pengunjuk rasa menyuarakan kemarahan mereka setelah Macron memerintahkan untuk meloloskan RUU itu  melalui parlemen tanpa pemungutan suara.

Bagi serikat-serikat pekerja, perjuangan mereka masih panjang. Aksi hari kesebelas dijadwalkan berlangsung pada 6 April. [ab/uh]

 
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ajang Tahunan Financial Street Resmi Dibuka

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:17 WIB