Sekitar 258 Juta Orang Butuhkan Bantuan Pangan Darurat pada 2022

- Pewarta

Rabu, 3 Mei 2023 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 258 juta orang memerlukan bantuan pangan darurat tahun lalu karena konflik, krisis ekonomi dan bencana terkait iklim, kata sebuah laporan PBB.

“Lebih dari seperempat miliar orang kini menghadapi tingkat kelaparan yang akut, dan sebagian berada di ambang bencana kelaparan. Itu luar biasa banyak,” kata Sekjen PBB Antonio Guterres.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini merupakan “tuduhan pedas mengenai kegagalan umat manusia dalam membuat kemajuan … untuk mengakhiri kelaparan, dan mencapai keamanan pangan serta memperbaiki gizi untuk semua,” katanya.

Perempuan Afghanistan duduk di sebelah bantuan makanan yang disalurkan oleh yayasan amal selama bulan suci Ramadan di Kandahar, 28 Maret 2023. (Sanaullah SEIAM / AFP)

Perempuan Afghanistan duduk di sebelah bantuan makanan yang disalurkan oleh yayasan amal selama bulan suci Ramadan di Kandahar, 28 Maret 2023. (Sanaullah SEIAM / AFP)

Lebih dari 40 persen mereka yang serius membutuhkan pangan itu tinggal di Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Afghanistan, Nigeria dan Yaman, kata laporan PBB.

“Konflik dan pengungsian massal terus menyebabkan kelaparan global,” kata Guterres. “Meningkatnya kemiskinan, kian dalamnya ketimpangan, keterbelakangan yang merajalela, krisis iklim dan bencana alam juga berkontribusi pada kerawanan pangan.”

Pada tahun 2022, 258 juta orang menghadap tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi di 58 negara atau teritori, naik dari 193 juta di 53 negara pada tahun sebelumnya, menurut laporan itu.

Angka keseluruhan itu menunjukkan kenaikan untuk tahun keempat berturut-turut. [uh/lt]

[ad_2]

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru