Seruan Rusia untuk Penyelidikan Internasional terhadap Ledakan Pipa Nord Stream, Gagal

- Pewarta

Selasa, 28 Maret 2023 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Sebuah resolusi yang diajukan oleh Rusia di PBB pada hari Senin (27/3), yang menyerukan diadakannya penyelidikan internasional atas sabotase terhadap pipa gas Nord Stream tahun lalu, gagal memenangkan dukungan dari Dewan Keamanan dan berujung pada saling lempar tudingan antara utusan AS dan Rusia.

“Saya pikir setelah pemungutan suara hari ini, kecurigaan mengenai siapa yang berada di balik tindakan sabotase pipa Nord Stream menjadi jelas,” kata Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia.

Rancangan resolusi Rusia hanya menerima tiga suara yang mendukung, yaitu dari Rusia sendiri, China dan Brazil. Sebanyak 12 anggota Dewan Keamanan lainnya abstain. Rancangan resolusi itu memerlukan sedikitnya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari anggota tetap untuk dapat diadopsi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ingin mengingatkan Anda tentang beberapa fakta dasar, di mata seluruh dunia, AS dan sekutunya melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada penyelidikan internasional atas apa yang terjadi atas pipa Nord Stream pada September,” kata Nebenzia tanpa menyebutkan sejumlah bukti.

Utusan AS membalas dengan mengatakan, Moskow berusaha mendiskreditkan penyelidikan domestik yang sedang berlangsung atas ledakan itu dan merugikan kesimpulan mereka.

“Sejak serangan itu terjadi, Rusia menyalahkan Amerika karena melakukan serangan ini,” kata utusan AS Robert Wood kepada anggota dewan. “Dengan komentar itu, sangat jelas bahwa Rusia tidak tertarik dengan penyelidikan yang tidak memihak. Dari situ sudah diketahui pelakunya. Rusia hanya bermain politik.”

Rusia berulang kali memanfaatkan komentar publik yang dibuat oleh Presiden AS Joe Biden beberapa minggu sebelum Kremlin melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari tahun lalu dengan mengatakan, jika invasi dilanjutkan, “tidak akan ada lagi pipa Nord Stream 2. Kami akan mengakhirinya.”

Antara 26 hingga 29 September 2022, ledakan terjadi di jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 dan menyebabkan sejumlah kebocoran. Jalur pipa tersebut berada di dasar laut Baltik  dan Rusia menggunakannya untuk memasok gas ke Eropa. [ps/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB