Sewa Tanah untuk Kedutaan Dibatalkan, Rusia Tuduh Australia Phobia

- Pewarta

Sabtu, 17 Juni 2023 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Rusia menuduh Australia phobia terhadap negara itu karena membatalkan kesepakatan sewa tanah di mana Moskow ingin membangun kedutaan barunya, yang dinilai oleh pemerintah Australia menimbulkan risiko keamanan karena terlalu dekat dengan Gedung Parlemen.

Parlemen mengeluarkan undang-undang darurat yang memblokir kesepakatan sewa itu, Kamis, setelah Rusia memenangkan gugatan bandingnya di Pengadilan Federal bulan lalu atas keputusan otoritas lokal Canberra untuk melakukan hal yang sama.

Kedutaan Besar Rusia menanggapi pada hari Jumat (16/6) dengan memposting di media sosial sebuah laporan kantor berita Rusia TASS tentang kecaman juru bicara Kremlin Dmitry Peskov atas tindakan Australia itu. “Dengan membatalkan perjanjian sewa untuk lokasi pembangunan gedung Kedutaan Besar Rusia yang baru, Australia terus menerus menyuarakan sentimen antiRusia,” kata Peskov dalam laporan itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedutaan Besar Rusia dikutip menggambarkan pembatalan kesepakatan sewa tersebut sebagai “langkah lain oleh (Perdana Menteri) Anthony Albanese untuk menghancurkan hubungan secara disengaja dan sistematis dengan Moskow.” “Ini mencerminkan tindakan tidak bersahabat lainnya dari Australia. Kami akan mempertimbangkan ini dan jika ada masalah dalam agenda yang membutuhkan prinsip timbal balik, kami akan bertindak sesuai dengan itu,” kata Preskov.

Undang-undang yang mengakhiri sewa mulai berlaku Kamis malam ketika dicap oleh Gubernur Jenderal David Hurley, yang mewakili kepala negara Australia, Raja Charles III. Albanese menjelaskan urgensi itu sebagai kebutuhan untuk mencegah lokasi kedubes baru tersebut menjadi “kehadiran diplomatik resmi”. Sejumlah anggota parlemen Australia menyebut adanya ancaman spionase dan campur tangan politik jika kedutaan baru Rusia dibangun di kawasan diplomatik Yarralumla yang begitu dekat dengan Gedung Parlemen.

Rusia saat ini menempati bekas kedutaan Uni Soviet di pinggiran Griffith, yang lokasinya lebih jauh dari Gedung Parlemen daripada lokasi baru.

Badan intelijen Australia sekarang menilai spionase dan campur tangan asing sebagai tantangan keamanan terbesar negara.

Pada bulan Februari, surat kabar Sydney Morning Herald melaporkan bahwa Australia diam-diam telah mengusir jaringan mata-mata Rusia yang para anggotanya menyamar sebagai diplomat. Jaringan mata-mata itu terdiri dari staf kedutaan dan konsuler serta agen-agen lain yang menggunakan identitas rahasia. Harian itu melaporkan dengan mengutip sumber tanpa nama yang mengetahui operasi tersebut.

Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO), dinas mata-mata domestik utama negara itu, mengungkapkan beberapa hari sebelumnya bahwa pihaknya telah “mendeteksi dan mengacaukan jaringan mata-mata utama”. ASIO belum menyebut negara mana yang bertanggung jawab. [ab/ka]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru