Tantangan Dunia 2023: Perang Ukraina, Bencana Alam, Inflasi dan Pandemi Varian Baru

- Pewarta

Kamis, 29 Desember 2022 - 02:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINGKARIN.COM – Ekonomi dunia yang menjadi bulan-bulanan dalam tahun ini akibat perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan krisis energi dan inflasi yang begitu besar.

Sehingga membuat beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara eropa lainnya mengalami keterpurukan.

Pengangguran di AS yang menggila, krisis pangan di Inggris yang dipicu oleh Inflasi yang tinggi.

Jaringan Portal Berita Fokus Siber Media Network Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2023

Jelang Tahun Baru 2023, Puncak Kepadatan di Bandara Soetta Diprediksi Mulai 30 Desember

Inflasi melanda hampir seluruh negara membuat bank-bank sentral melakukan kenaikan suku bunga secara ekstrim sehingga membawa ekonomi dunia ke arah resesi.

Daya beli menjadi lemah sehingga setiap negara cenderung menahan impor dan juga menahan ekspor untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Beberapa waktu lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mencapai 5,72% melebihi pertumbuhan ekonomi negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Cina, Jerman dan Inggris.

Jelang Tahun Baru 2023, Puncak Kepadatan di Bandara Soetta Diprediksi Mulai 30 Desember

Ada Kenaikan Harga Namun Tak Signifikan, Stok 12 komoditas Strategis di Makassar Aman

Wajah-wajah sumringah sempat mewarnai pemerintah karena merasa sudah meraih sebuah pencapaian yang besar.

Tapi diwaktu yang sama inflasi di Indonesia mencapai 5,71%.

Inflasi akan terus bertahan lebih lama

Ada Kenaikan Harga Namun Tak Signifikan, Stok 12 komoditas Strategis di Makassar Aman

Natal 2012 dan Tahun Baru 2023, Kementerian Pertanian Pastikan Stok Beras Aman

Perang Rusia dan Ukraina semakin meluas eskalasinya, Nato dan AS ikut campur semakin dalam.

Terakhir di bulan ini Zelensky melakukan kunjungan dan AS memberikan bantuan persenjataan dan keuangan kepada Ukraina.

Tentunya hal ini membuat tensi ketegangan Rusia dan Ukraina semakin tinggi.

Natal 2012 dan Tahun Baru 2023, Kementerian Pertanian Pastikan Stok Beras Aman

Akibat Penjajahan ‘Gaya Baru’ Rakyat Tak Lagi Punya Kemampuan untuk Mandiri Pangan

Ini menjadi ancaman besar yang akan membuat negara-negara di dunia akan sulit keluar dari inflasi.

Peta konflik pun semakin meluas. Konflik Korea Selatan dan Korea Utara sudah dimulai yang dipicu oleh latihan perang AS dengan Korea Selatan.

Yang membuat Korea Utara terprovokasi, demikian juga Cina dengan Taiwan.

Akibat Penjajahan ‘Gaya Baru’ Rakyat Tak Lagi Punya Kemampuan untuk Mandiri Pangan

Menko Polhukan Mahfud MD Tegaskan Asing Tak Boleh Memiliki Pulau di Indonesia

Kondisi ini menjadi preseden buruk terhadap situasi ekonomi global kedepan. Indikator resesi ekonomi semakin kuat.

Jika ini tidak segera diselesaikan maka pertumbuhan ekonomi sebagian besar negara-negara di dunia termasuk Indonesia akan mengalami stagflasi.

Indikator-indikator di atas akan menyebabkan inflasi bertahan lebih lama.

Menko Polhukan Mahfud MD Tegaskan Asing Tak Boleh Memiliki Pulau di Indonesia

Tanggapan untuk Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT Tidak Bagus, Jelek Buat Negeri

Varian baru Covid 19 semakin bertambah dan menyebar

Saat ini Covid 19 kembali menggila dengan berbagai varian baru. Di China sudah menjangkiti sekitar 250 juta jiwa.

Ini angka yang sangat fantastis. Tentu saja ini menjadi ancaman berikutnya bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Tanggapan untuk Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT Tidak Bagus, Jelek Buat Negeri

Proyek yang Dipaksakan Sejak Awal Kini Makan Korban, Batalkan Saja Kereta Api Cepat

Cepat atau lambat pandemi ini akan terus menyebar ke berbagai negara seperti yang terjadi sebelumnya.

Situasi ekonomi di Indonesia tidak lepas dari kondisi global. Situasi Geopolitik dunia yang tidak kondusif sedikit banyaknya akan berpengaruh kepada Indonesia.

Terbukti dengan naiknya harga BBM yang gila-gilaan, peningkatan angka PHK yang besar-besaran akibat demand ekspor yang rendah dan lain-lain.

Proyek yang Dipaksakan Sejak Awal Kini Makan Korban, Batalkan Saja Kereta Api Cepat

Sebanyak 7 Orang Pekerja Perusahaan Migas PetroChina Jabung Terbakar di Jambi

Suku bunga pun sedemikian tinggi memukul para pengusaha yang meminjam uang ke bank, hal ini pun menyebabkan orang-orang menahan diri untuk pinjam ke bank.

Pemerintah tampaknya optimis apalagi telah ada laporan mengenai surplus perdagangan yang terjadi akibat wind fall dari naiknya harga CPO dan Batubara.

Dan surplus ini tidak linier dengan kesejahteraan masyarakat karena yang menikmati windfall ini hanya segelintir oligarki.

Windfall CPO dan batubara ini belum tentu akan bertahan lebih lama sehingga jika ini jika harga CPO dan batubara anjlok maka surplus neraca perdagangan tidak terjamin untuk bisa dipertahankan.

Tapi kenyataannya daya beli masyarakat masih lemah. Resesi sudah mulai terasa terbukti dengan demand terhadap beberapa komoditas seperti tekstil yang menurun yang menyebabkan PHK secara besar-besaran.

Tahun depan kemungkinan situasinya akan lebih parah dan lebih diperparah lagi.

Kondisi resesi ekonomi ini akan membuat banyak perusahaan gulung tikar.

Sehingga kemungkinan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan dibawah 5% di tahun depan.

Oleh: Achmad Nur Hidayat, ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Berita Terkait

Subsidi Harusnya Ringankan Beban Rakyat, Puan Maharani Tanggapi Kenaikan Harga Minyak Goreng Subsidi
Mentan – Wamentan Kompak Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Soal Isu Pembatalan Merger PT Bank MNC International Tbk dengan PT Bank Nationalnobu Tbk, Ini Tanggapan OJK
Mendag Ungkap Alasan Kenakan Bea Masuk Komoditas Impor dari Berbagai Negara, Termasuk Tiongkok
NS. Aji Martono: DPW PROPAMI Jambi Raya Akan Perkuat Literasi dan Edukasi Pasar Modal
Ketua Propami: Fondasi Ekonomi Kuat Bisa Mendorong IHSG Terus Positif Meski Optimisme Pasar Masih Terkendali
LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global
Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 11:10 WIB

Subsidi Harusnya Ringankan Beban Rakyat, Puan Maharani Tanggapi Kenaikan Harga Minyak Goreng Subsidi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:43 WIB

Mentan – Wamentan Kompak Wujudkan Indonesia Swasembada Pangan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:37 WIB

Soal Isu Pembatalan Merger PT Bank MNC International Tbk dengan PT Bank Nationalnobu Tbk, Ini Tanggapan OJK

Minggu, 7 Juli 2024 - 11:00 WIB

Mendag Ungkap Alasan Kenakan Bea Masuk Komoditas Impor dari Berbagai Negara, Termasuk Tiongkok

Sabtu, 6 Juli 2024 - 22:15 WIB

NS. Aji Martono: DPW PROPAMI Jambi Raya Akan Perkuat Literasi dan Edukasi Pasar Modal

Kamis, 4 Juli 2024 - 16:12 WIB

Ketua Propami: Fondasi Ekonomi Kuat Bisa Mendorong IHSG Terus Positif Meski Optimisme Pasar Masih Terkendali

Senin, 10 Juni 2024 - 00:10 WIB

LSP Perikanan Hias Indonesia Resmi Terbentuk: Meningkatkan Kualitas dan Kompetensi SDM untuk Daya Saing Global

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:15 WIB

Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi di Sektor Keuangan

Berita Terbaru