Ukraina Katakan Bakhmut, Marinka Kini Jadi Pusat Pertempuran

- Pewarta

Rabu, 24 Mei 2023 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Militer Ukraina pada Rabu (24/5) mengatakan fokus pertempuran kini di Bakhmut dan Marinka, dan kemungkinan pasukan Rusia menyerang Ukraina dengan rudal dan serangan udara tetap tinggi.

Militer Ukraina mengatakan dalam kabar harian terbarunya bahwa Rusia telah meluncurkan 41 serangan udara dalam sehari terakhir, dan bahwa serangan tersebut melukai warga sipil serta merusak bangunan-bangunan sipil dan pemerintah.

Juru bicara Pentagon Brigjen Pat Ryder mengatakan kepada wartawan hari Selasa bahwa situasi di Bakhmut masih “sangat dinamis.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rusia mengklaim telah merebut kota yang telah menjadi fokus pertempuran sengit berbulan-bulan itu. Ukraina mengatakan masih menguasai beberapa daerah di pinggiran kota tersebut.

Komandan pasukan Ukraina Yevhen ‘Adam’ Mezhevikin, mengatakan

“Mereka menghancurkan Bakhmut. Mereka belum merebutnya.”

Ryder juga mengatakan kepada wartawan bahwa Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina yang dipimpin AS diperkirakan akan berfokus pada pertahanan udara berbasis di darat, amunisi dan pelatihan pesawat tempur F-16 sewaktu mereka mengadakan pertemuan berikutnya pada hari Kamis.

Upaya Perdamaian

Ketua majelis rendah Parlemen Ceko, Markéta Pekarová Adamová, mengatakan kepada LINGKARIN.COM bahwa pembicaraan perdamaian mustahil berlangsung sekarang ini karena pasukan Rusia menduduki beberapa daerah di Ukraina dan karena rencana perdamaian yang diajukan China memuat poin-poin yang kontradiktif.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengatakan bahwa perundingan perdamaian tidak dapat dilakukan sebelum Rusia menarik pasukannya dari wilayah-wilayah Ukraina yang didudukinya.

Pekarová Adamová dalam kunjungannya ke Washington Selasa mengatakan bahwa Eropa tidak dapat menerima pendudukan Rusia terhadap Krimea, Donetsk atau Luhansk, daerah-daerah yang diklaim Rusia sebagai miliknya.

“Berakhirnya perang haruslah ketika rakyat Ukraina benar-benar memutuskan inilah kondisi terbaik yang bisa mereka terima,” kata Pekarová Adamová said.

Ia juga mengatakan Rusia perlu dihukum melalui pengadilan khusus, bukan hanya Presiden Vladimir Putin tetapi juga “semua orang yang bertanggung jawab.”

Pekarová Adamová menyatakan dukungan bagi dilanjutkannya bantuan militer untuk Ukraina, “karena mereka menunjukkan kepada kita bahwa mereka benar-benar berani, dan melakukan yang terbaik untuk melindungi negara dan rakyat mereka.”

Penasihat Departemen Luar Negeri AS Derek Chollet mengatakan kepada LINGKARIN.COM bahwa hal terbaik yang dapat dilakukan China untuk mengakhiri konflik itu adalah dengan memanfaatkan hubungannya dengan Rusia untuk meyakinkan Putin agar menghentikan invasi. [uh/ab]

 

 
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru