Ukraina Minta PBB Bahas Rencana Pengerahan Senjata Nuklir Rusia

- Pewarta

Senin, 27 Maret 2023 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ukraina menyerukan pertemuan luar biasa Dewan Keamanan PBB sebagai tanggapan atas pengumuman rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menempatkan senjata nuklir taktis di Belarus.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengemukakan dalam sebuah pernyataan bahwa langkah Putin itu “provokatif” dan melemahkan keamanan internasional.

Rusia dapat menghentikan tindakan apa pun di Dewan Keamanan sebagai salah satu dari lima anggota tetap yang memiliki hak veto. Ukraina menyatakan negara itu mengharapkan “langkah-langkah efektif” dari empat anggota tetap lainnya: Inggris, China, Prancis dan AS, dengan mengatakan negara-negara tersebut “memikul tanggung jawab utama mencegah ancaman agresi dengan penggunaan senjata nuklir.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Putin mengumumkan pengerahan senjata nuklir taktis itu pada hari Sabtu, dengan mengatakan hal ini dibenarkan karena meningkatnya dukungan militer Barat untuk pasukan Ukraina, termasuk keputusan Inggris pekan lalu untuk mengirim amunisi berbasis uranium ke Ukraina.

Putin mengatakan penempatan hulu ledak nuklir taktis Rusia di Belarus tidak ada bedanya dengan AS yang menempatkan senjata nuklir di Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki.

“Kami melakukan apa yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade, menempatkan senjata nuklir di beberapa negara sekutu tertentu, mempersiapkan platform peluncuran dan melatih awak mereka,” kata pemimpin Rusia itu.

Putin mengatakan Presiden Belarus Alexander Lukashenko telah lama meminta penempatan senjata nuklir di negaranya untuk menangkis kemungkinan ancaman NATO dari sekutu-sekutu Barat di dekatnya. Belarus berbagi perbatasan dengan tiga anggota NATO: Latvia, Lithuania dan Polandia, sementara Rusia menggunakan teritori Belarus sebagai tempat menyiapkan pengiriman pasukan ke Ukraina sewaktu invasi dimulai pada Februari tahun lalu.

Juru Bicara NATO Oana Lungescu mengatakan perbandingan oleh Rusia mengenai pengerahan nuklir oleh para anggota NATO itu menyesatkan, dan mengatakan “retorika nuklir Rusia berbahaya dan tidak bertanggung jawab.”

Senjata nuklir taktis dapat digunakan di medan tempur dan memiliki jangkauan pendek serta hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan hulu ledak nuklir yang dipasang di rudal-rudal jarak jauh. Putin mengatakan Rusia akan mempertahankan kontrol atas sejumlah senjata nuklir taktis yang tidak disebutkan jumlahnya yang ia kirim ke Belarus, dan membangun fasilitas-fasilitas penyimpanannya pada 1 Juli.

AS menyatakan akan “memantau implikasi” dari pernyataan Putin. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adrienne Watson mengatakan sejauh ini Washington tidak melihat “ada indikasi Rusia sedang bersiap menggunakan senjata nuklir” dalam serangannya terhadap Ukraina.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato hariannya Minggu malam meminta rakyat Ukraina untuk mendukung upaya pertahanan negara itu. Ia mengatakan, “Secara mental, tak seorang pun dapat menjauh dari perang. Namun, berkat para tentara kita, pertempuran nyata secara geografis terjadi jauh dari banyak orang.” [uh/ab]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB