Uni Eropa, AS Minta Kosovo Mundur dalam Kemelut dengan Serbia atau Hadapi 'Konsekuensi'

- Pewarta

Kamis, 8 Juni 2023 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Amerika Serikat dan Uni Eropa, pada Rabu (7/6), meminta Kosovo agar mundur dalam ketegangan yang terjadi antara negara tersebut dengan Serbia di bagian utara Kosovo atau mereka akan menghadapi “konsekuensi” dari sekutu lama Baratnya.

Peringatan tersebut dikeluarkan di saat utusan AS dan Uni Eropa mengakhiri kunjungan ke Kosovo dan Serbia untuk meredakan ketegangan yang berkobar menjadi kekerasan pada pekan lalu. Puluhan tentara penjaga perdamaian NATO dan demonstran Serbia di wilayah Kosovo utara terluka dalam bentrokan pada pekan lalu.

Kekerasan meletus setelah pihak berwenang Kosovo melantik sejumlah wali kota dari etnis Albania. Mereka dipilih dengan jumlah pemilih hanya mencapai 3,5 persen setelah warga keturunan Serbia, yang merupakan mayoritas di wilayah tersebut, memboikot pemilihan lokal itu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Utusan AS untuk wilayah Balkan Barat Gabriel Escobar mengatakan bahwa Kosovo harus memberi otonomi yang lebih besar kepada kota-kota yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Serbia jika ingin bergerak semakin dekat untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.

“Tindakan yang diambil atau tidak diambil bisa menuai beberapa konsekuensi yang akan memengaruhi bagian dari hubungan [antara Kosovo dan Amerika Serikat]. Saya tidak ingin sampai di sana,” kata Escobar kepada media di Kosovo, pada Selasa (6/6), sebelum pergi ke Beograd.

Escobar dan Miroslav Lajcak dari Uni Eropa tidak merinci kemungkinan konsekuensi lain yang akan dihadapi pemerintahan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti, yang didominasi oleh etnis Albania, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

“Menurut saya, [konflik] ini tidak selesai dengan tekanan dan dengan menyebut konsekuensi dan bahkan sanksi,” kata Kurti kepada wartawan pada Rabu (7/6).

“Kami memiliki tantangan dengan utusan Uni Eropa dan Amerika Serikat, tetapi hubungan bilateral kami dengan Uni Eropa dan AS berjalan sangat baik,” katanya. [ka/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru