UNICEF Prihatin Taliban Larang Kelompok Internasional Bantu Sektor Pendidikan Afghanistan

- Pewarta

Kamis, 8 Juni 2023 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


UNICEF pada Kamis (8/6) mengatakan sangat prihatin dengan laporan-laporan tentang Taliban yang mendorong keluar organisasi-organisasi internasional dari sektor pendidikan Afghanistan dan memerintahkan mereka untuk menyerahkan kegiatan mereka kepada kelompok-kelompok nonpemerintah lokal.

Ini adalah pembatasan terbaru bagi LSM yang beroperasi di negara itu setelah larangan yang diberlakukan pada bulan Desember pada perempuan Afghanistan yang menjadi staf di organisasi tersebut. Larangan itu sendiri diberlakukan Taliban dengan alasan LSM-LSM itu tidak mewajibkan perempuan mengenakan jilbab dengan benar dan tidak mematuhi aturan pemisahan gender di tempat kerja. Pada bulan April, larangan tersebut diperluas ke organisasi-organisasi PBB.

Berdasarkan pesan suara di aplikasi WhatsApp, yang konon berasal dari pejabat pendidikan senior di Kabul, Taliban mengatakan semua organisasi internasional memiliki tenggat satu bulan untuk mentransfer pekerjaan mereka ke kelompok lokal.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Pendidikan belum memverifikasi pesan suara itu, tetapi sejumlah pejabat badan bantuan mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka mengetahui pesan itu dan menanggapinya dengan serius. Mereka berbicara tanpa menyebut nama karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Larangan staf perempuan Afghanistan untuk bekerja di organisasi-organisasi PBB juga disampaikan melalui pesan suara WhatsApp, konon dari seorang tokoh senior Taliban.

“Sebagai lembaga utama untuk pendidikan di Afghanistan, UNICEF sangat prihatin dengan laporan bahwa lebih dari 500.000 anak, termasuk lebih dari 300.000 anak perempuan, dapat kehilangan proses pembelajaran berkualitas melalui pendidikan berbasis masyarakat dalam waktu satu bulan jika organisasi nonpemerintah internasional yang bekerja di bidang pendidikan tidak lagi diizinkan untuk beroperasi dan jika penyerahan kepada LSM nasional dilakukan tanpa penilaian dan peningkatan kapasitas yang komprehensif,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataannya.

“UNICEF berusaha untuk lebih memahami arahan yang dilaporkan, dan apa artinya bagi program nasional yang memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak di beberapa daerah paling terpencil dan pedesaan di Afghanistan,” lanjut pernyataan itu.

Sekitar 17.000 guru, termasuk 5.000 perempuan, bekerja dalam kegiatan pendidikan UNICEF.

UNICEF bertemu dengan Kementerian Pendidikan di Kabul untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Sumber-sumber bantuan mengatakan beberapa provinsi telah memerintahkan penghentian segera semua kegiatan pendidikan yang dipimpin pihak asing setelah para pejabat dilaporkan mengatakan kepada pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada bahwa orang asing membentuk Kementerian Pendidikan mereka sendiri dan tidak mengoordinasikan pekerjaan mereka dengan Taliban. [ab/uh]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru