Urusan Plafon Utang Bayangi Perjalanan Luar Negeri Biden

- Pewarta

Selasa, 16 Mei 2023 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selagi Presiden Joe Biden dan para pemimpin kongres melanjutkan pembicaraan untuk membahas upaya terkait untuk menaikkan plafon utang agar AS terhindar dari gagal bayar, situasi kebuntuan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan itu dapat menggagalkan serangkaian pertemuan mendatang antara pemimpin AS dengan sekutunya di Jepang dan Australia.

Biden dijadwalkan berangkat dari Washington ke Hiroshima untuk menghadiri pertemuan para pemimpin Kelompok Tujuh (G-7) pada Rabu (17/5), sehari setelah melangsungkan pertemuan kedua tentang plafon utang dengan para pemimpin kongres.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Senin (22/5) mendatang, Biden akan melanjutkan lawatannya ke Sydney untuk menghadiri Konferensi Quad, di mana ia dijadwalkan singgah di Port Moresby, Papua Nugini, untuk bertemu dengan para pemimpin Forum Pulau Pasifik. Pertemuan-pertemuan itu dianggap sebagai peluang untuk memperdalam kerja sama dalam menghadapi tantangan dalam kawasan dan memajukan kepentingan strategis AS untuk melawan pengaruh China di kawasan tersebut.

Biden “tampaknya akan tetap pergi,” kata juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre dalam pengarahannya pada Jumat (12/5) lalu. Biden mengatakan pekan lalu, ia bertekad untuk pergi namun menangani kebuntuan tentang masalah plafon utang adalah “hal terpenting” dalam agendanya. Tergantung pada kondisi perundingan terkait masalah plafon utang tersebut, Biden mengatakan mungkin saja ia akan hadir “secara virtual atau tidak sama sekali” berangkat ke luar negeri.

Ini bukan pertama kalinya seorang presiden Amerika Serikat melewatkan pertemuan puncak karena perselisihan anggaran di dalam negeri. Barack Obama pernah membatalkan perjalanan untuk menghadiri KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik di Indonesia dan KTT Asia Timur di Brunei pada tahun 2013 karena terjadi penutupan pemerintah federal AS akibat ketidaksepakatan anggaran.

Bill Clinton menarik diri dari pertemuan APEC di Jepang pada tahun 1995, juga karena sengketa terkait plafon utang. [ps/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup
Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

SapuLangit Media Center Luncurkan 5 Media Online Baru, Fokus Berita Kesehatan, Pariwisata dan Lingkungan Hidup

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Berita Terbaru