Waktu Tunggu Pembuatan Paspor AS Ganggu Rencana Perjalanan Musim Panas

- Pewarta

Selasa, 4 Juli 2023 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendaftaran paspor AS sangat meresahkan rencana musim panas pasca-pandemi bagi para calon pelancong di seluruh dunia.

Sekitar bulan Maret lalu, orang-orang yang memperbarui atau mengajukan paspor baru mengira mereka memiliki waktu cukup sebelum melakukan perjalanan musim panas mereka. Namun permohonan paspor membludak di tengah situasi yang Departemen Luar Negeri AS gambarkan sebagai kekurangan staf karena PHK yang terjadi selama pandemi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar 500.000 pendaftaran diajukan dalam satu minggu. Laju permintaan paspor tersebut diperkiran akan melampaui jumlah 22 juta paspor yang dikeluarkan pada tahun lalu. Sebagian orang yang mendaftar untuk mengambil paspor di kota-kota lain bahkan telah memesan tiket pesawat.

Begitu suramnya prospek pembuatan paspor, sehingga para pejabat AS bahkan tidak menyangkal atau memperkirakan kapan masalah itu akan mereda. Mereka menyalahkan waktu tunggu yang luar biasa lama, karena kekurangan pegawai terkait pandemi dan jeda pemrosesan online yang terjadi pada tahun ini. Hal itu membuat petugas pembuat paspor dibanjiri dengan setengah juta pendaftaran dalam seminggu yang memecahkan rekor.

Pendaftaran visa untuk masuk ke AS tidak jauh lebih baik di kantor-kantor konsulat AS di luar negeri.

Pada bulan Juni lalu, orang-orang di New Delhi bisa menunggu 451 hari untuk wawancara visa, menurut situs web kedutaan. Mereka yang berada di Sao Paulo harus menunggu lebih dari 600 hari. Calon pelancong di Meksiko City harus menunggu sekitar 750 hari; sementara di Bogota, Kolombia, para warga yang mengajukan visa menunggu hingga 801 hari.

Di Israel sendiri, situasinya lebih parah. Lebih dari 200,000 warga yang memiliki dua kewarganegaraan baik AS dan Israel, kini tinggal di Israel. Untuk dapat bepergian ke AS, proses wawancara mengharuskan satu janji pertemuan untuk satu orang, termasuk bagi bayi yang baru lahir yang mengharuskan kedua orang tuanya terlibat dalam proses tersebut. [ps/rs]

[ad_2]

Berita Terkait

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil
Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas
Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas
Keluar dari Bayang-Bayang Singapura, Pemerintah Indonesia Ambil Langkah Besar Soal Importasi BBM
Lonjakan CSA Index Jadi Penanda Kuat Keyakinan Investor atas Fondasi Ekonomi RI
Jangan Hanya Bersandar kepada Kekuatan Ekonomi Eksternal, Danantara Hadir di Waktu yang s Tepat

Berita Terkait

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

Pajak Bangunan Jadi Andalan PAD, Digitalisasi Jadi Penentu Kunci

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:14 WIB

CSA Index Agustus 2025 Jadi Bukti Kepercayaan Pasar yang Kembali Stabil

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:03 WIB

Hillcon Equity Divestasi Premium, Porsi Kepemilikan Tetap Kuasai Mayoritas

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 07:59 WIB

Diplomasi Tarif RI-AS: Dari Penurunan 19 Persen ke Peluang Pasar Lebih Luas

Berita Terbaru