Warga Kuba Berikan Suara dalam Pemilu Parlemen, Potensi Golput Jadi Masalah

- Pewarta

Senin, 27 Maret 2023 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Warga Kuba menuju ke TPS pada Minggu (26/3) untuk memberikan suara dalam pemilu parlemen yang hasilnya sudah pasti. Namun, tingkat golongan putih (golput) atau orang yang tidak melaksanakan hak pilih menjadi isu yang menentukan.

Sebanyak delapan juta pemilih yang memenuhi syarat akan memberikan suara mereka untuk 470 calon anggota legislatif (caleg) yang memperebutkan 470 kursi di Majelis Nasional Kuba.

Isu yang paling penting yang mencuat dalam pemilihan tersebut adalah jumlah orang Kuba yang menolak untuk memilih.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oposisi meminta rakyat Kuba untuk abstain, dengan satu akun Twitter oposisi menyebut pemungutan suara itu sebagai “lelucon.”

Pemungutan suara tidak wajib, dan angka golput terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam Pemilu kotamadya pada November 2022, tingkat partisipasi pemilih hanya berkisar 68,5 persen, turun dari 74 persen yang memberikan suara dua bulan sebelumnya dalam referendum tentang aturan keluarga baru. Bahkan berbeda jauh dengan 90 persen dalam referendum 2019 tentang konstitusi baru.

Pemerintah komunis Kuba tidak mengizinkan adanya oposisi sehingga sebagian besar calon parlemen yang terdiri dari 263 perempuan dan 207 laki-laki adalah anggota Partai Komunis Kuba (PCC).

Pembangkang Manuel Cuesta Morua, anggota Dewan Transisi Demokrasi di Kuba mengatakan, “kekuatan sosiologis sedang menjadi partai politik terbesar di negara ini, partai abstain.”

Kenyataannya, caleg masih harus memperoleh 50 persen suara untuk bisa terpilih. [ps/ft]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB