Wartawan Foto Prancis-Afghanistan Ditahan oleh Taliban

- Pewarta

Selasa, 7 Februari 2023 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kekhawatiran kini semakin meningkat soal kondisi wartawan foto pemenang penghargaan yang telah ditahan di Kabul selama hampir sebulan oleh Taliban.

Mortaza Behboudi, yang memiliki dua kewarganegaraan yaitu Afghanistan dan Prancis, tiba di Kabul pada 5 Januari untuk tugas peliputan. Namun ia ditangkap oleh Taliban atas tuduhan mata-mata, setelah ia mendaftar untuk memperoleh tanda pers, kata organisasi hak-hak media.

Sebuah pernyataan bersama yang dirilis oleh organisasi Reporters Without Borders (RSF) dan sejumlah jurnalis dari beberapa kantor berita terkemuka di Prancis pada Senin (6/2) meminta Taliban untuk “mengakhiri situasi yang tidak masuk akal itu.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami telah diam selama 30 hari tentang penahanan Mortaza Behboudi,” tulis pernyataan itu. “Hari ini, kami memberi tahu dunia bahwa dia ditangkap di Kabul satu bulan lalu pada 7 Januari, dengan harapan ia akan dibebaskan secepatnya dan dapat kembali ke Prancis.”

RSF melaporkan bahwa kontak bantuan mereka sempat merima panggilan dari telepon milik Behboudi pada 15 Januari, namun tidak ada pesan yang ditinggalkan.

LINGKARIN.COM telah menghubungi Taliban untuk meminta komentar terkait penangkapan tersebut. Seorang juru bicara Taliban mengatakan bahwa mereka akan segera merespons permintaan tanggapan namun sampai berita ini diturunkan, Taliban belum memberikan komentarnya. 

Karya jurnalis yang dihasilkan Behboudi berfokus pada isu-isu terkait pengungsi, termasuk kamp-kamp di Yunani.

Ia telah dua kali dipaksa masuk ke pengasingan, pertama semasa anak-anak ketika keluarganya pindah ke Iran untuk menghindar dari pemerintahan Taliban. Kemudian pada tahun 2015 ketika dia meminta suaka di Prancis setelah diancam karena tulisan peliputannya.

Pada waktu itu, Behboudi telah tinggal dan bekerja di Afghanistan, ketika ia kembali tahun 2012 untuk kuliah. Liputannya tentang perdagangan opium membuatnya menjadi sasaran Taliban, menurut organisasi Paris Institute for Critical Thinking. [ps/jm]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru

Pers Rilis

“The Empowerers | Laos on the Move”

Kamis, 22 Okt 2026 - 02:00 WIB