Zelenskyy: Penghancuran Bendungan Pengaruhi Akses Air Minum

- Pewarta

Rabu, 7 Juni 2023 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Rabu (7/6) mengatakan ratusan ribu orang “tidak memiliki akses normal ke air minum” sehari setelah jebolnya bendungan Kakhovka di Ukraina Selatan.

Zelenskyy mencuit penghancuran bendungan itu “benar-benar disengaja” sementara ia menyalahkan pasukan Rusia dan lebih lanjut menuduh Rusia tidak bertindak untuk membantu mereka yang tinggal di daerah-daerah yang dikuasai Rusia yang kini menghadapi dampak banjir.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan lebih dari 17 ribu orang dievakuasi dari daerah-daerah di sepanjang Sungai Dnipro dengan sekitar 40 kota dan desa kebanjiran di daerah-daerah yang dikuasai Ukraina.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari 900 orang dievakuasi dari daerah-daerah yang diduduki Rusia.

“Struktur bendungan kemungkinan besar memburuk lebih jauh dalam beberapa hari mendatang, menyebabkan banjir tambahan,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam laporan hariannya, Rabu.

Kedua pihak yang berperang saling menyalahkan pihak lain atas penghancuran bendungan yang terletak sekitar 70 kilometer di sebelah timur Kherson, di bagian Ukraina yang dikuasai Rusia selama lebih dari setahun ini.

 

Di Washington, Gedung Putih, Selasa (7/6) menyatakan tidak dapat mengatakan dengan tegas apa penyebab kehancuran bendungan besar itu tetap sedang menilai laporan bahwa ledakan itu disebabkan oleh Rusia.

Di PBB, Sekjen Antonio Guterres mengatakan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil harus dihentikan. “Tragedi sekarang ini merupakan contoh lain dampak perang yang merugikan terhadap masyarakat,” katanya kepada wartawan. “Pintu banjir penderitaan meluap selama lebih dari setahun. Itu harus dihentikan,” katanya.

Ukraina dan Rusia sama-sama meminta Dewan Keamanan mengadakan rapat darurat, di mana masing-masing pihak menuding pihak lain melakukan penghancuran itu.

Kepala badan kemanusiaan PBB Martin Griffiths mengatakan dalam pertemuan itu bahwa besarnya bencana baru terwujud sepenuhnya dalam beberapa hari mendatang, tetapi ini akan memiliki “konsekuensi sangat buruk dan luas” bagi ribuan orang di kedua sisi perbatasan di Ukraina yang telah kehilangan rumah, mata pencaharian dan air minum yang aman.

“Penghancuran bendungan PLTA Kakhovka mungkin merupakan insiden kerusakan paling signifikan terhadap infrastruktur sipil sejak dimulainya invasi Rusia terhadap Ukraina pada Februari 2022,” kata Griffiths kepada para anggota dewan.

Ia menegaskan bahwa UU humaniter internasional melindungi fasilitas-fasilitas seperti bendungan, karena kehancurannya dapat menyebabkan kerugian besar bagi penduduk sipil.

Griffiths juga menyatakan khawatir mengenai risiko air banjir memindahkan ranjau darat atau menyebarkan kontaminasi dari senjata yang meledak, yang lebih jauh membahayakan warga sipil. [uh/ab]
[ad_2]

Berita Terkait

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif
Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump
Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok
Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas
Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs
Kerja Sama BNSP dan KBRI di Tokyo: Indonesia dan Jepang Optimalisasi Tenaga Kerja
Hong Kong Kurangi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
Reuters akan Gugat Turki atas Larangan terhadap Artikel Mereka

Berita Terkait

Jumat, 11 April 2025 - 07:26 WIB

Melalui Penyelesaian Sengketa WTO, Tiongkok Ajukan Gugatan Terhadap Amerika Serikat Masalah Tarif

Selasa, 21 Januari 2025 - 11:12 WIB

Bukan Konfrontasi, Tiongkok Siap Bekerja Sama dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump

Senin, 20 Januari 2025 - 11:17 WIB

Tak Tersedia Lagi di App Store dan Google Play Store di AS, Penguman Resmi Aplikasi Asal Tiongkok Tiktok

Senin, 20 Januari 2025 - 10:23 WIB

Menlu RI Sugiono Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 Oktober 2024 - 13:44 WIB

Proyeksi Pertumbuhan Perekonomian Tiongkok pada 2024 dan 2025 Meningkat, Kata Goldman Sachs

Berita Terbaru